Loading .. Please wait

KETUA KNKT: SETIAP INVESTIGASI HARUS MENGHASILKAN LANGKAH PENCEGAHAN KECELAKAAN BERIKUTNYA

Image

JAKARTA – Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, menyampaikan paparan bertajuk "From Investigation to Prevention: Building a Safer Aviation Future" pada rangkaian 3rd Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 yang diselenggarakan dalam agenda The 56th INACA Festival 2026. Berdasarkan agenda kegiatan, Soerjanto hadir sebagai pembicara pada sesi tanggal 9 Juli 2026 dengan membawakan materi mengenai upaya membangun masa depan penerbangan yang lebih berkeselamatan melalui pendekatan berbasis pencegahan.

Dalam paparannya, Soerjanto menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama bagi keberlanjutan industri penerbangan. Menurutnya, pertumbuhan volume transportasi udara akan selalu diikuti dengan meningkatnya kompleksitas sistem, sehingga keselamatan tidak dapat dipandang sebagai aspek yang berdiri sendiri. Ia menyampaikan bahwa "Aviation sustainability depends on a resilient operational ecosystem, not just green technology" dan "A truly sustainable aviation model cannot be established without strong, predictable safety performance."

Soerjanto menjelaskan bahwa nilai utama dari setiap investigasi kecelakaan bukanlah untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. KNKT membagikan seluruh hasil investigasi sebagai bagian dari State Safety Programme agar temuan empiris dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan penerbangan. Ia juga memaparkan perkembangan pendekatan keselamatan dari fase reaktif menuju fase proaktif hingga prediktif melalui pemanfaatan audit armada, pelaporan bahaya, analisis data operasional, serta model risiko yang mampu mengidentifikasi potensi permasalahan sebelum berkembang menjadi kegagalan sistem.

Dalam kesempatan tersebut, Soerjanto kembali menegaskan prinsip dasar investigasi yang dijalankan KNKT, yaitu investigasi yang independen sesuai ketentuan ICAO Annex 13 serta peraturan perundang-undangan nasional. Tujuan investigasi semata-mata adalah pencegahan, tanpa menyalahkan pihak tertentu maupun menjadi bagian dari proses peradilan. Hasil akhir investigasi diwujudkan dalam laporan akhir beserta rekomendasi keselamatan yang keberhasilannya diukur dari tingkat implementasi oleh regulator, operator penerbangan, produsen, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Paparan tersebut juga menunjukkan bagaimana rekomendasi keselamatan KNKT telah mendorong berbagai perubahan dalam operasi penerbangan, mulai dari penyempurnaan prosedur pelatihan pilot, perhitungan performa pendaratan pada landasan basah, hingga peningkatan prosedur perawatan pesawat. Soerjanto turut menyampaikan bahwa hingga periode 2018–2025 KNKT telah menerbitkan lebih dari 180 laporan akhir investigasi dan lebih dari 950 rekomendasi keselamatan yang menjadi dasar perbaikan berkelanjutan di sektor penerbangan.

Menutup paparannya, Soerjanto mengajak seluruh pelaku industri penerbangan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya keselamatan. Menurutnya, keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama yang hanya dapat dicapai melalui pertukaran data, budaya pelaporan yang sehat, penerapan Safety Management System secara konsisten, serta pemanfaatan hasil investigasi sebagai bahan pembelajaran. "Every investigation is an opportunity to prevent the next accident.", tegas Soerjanto.

Share:

BERITA TERKAIT

Survey